Kapolresta Bandung Pimpin Pengamanan Aksi Damai Muslim Baraya

Krismanto - 4 Maret 2022

Top Jabar, Soreang – Sekelompok orang mengatasnamakan Muslim Bandung Raya (Baraya) Kabupaten Bandung melakukan aksi damai di depan Pemda Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jumat,(4/3/2022) siang.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo saat memimpin langsung pengamanan aksi damai mengatakan massa yang berjumlah 100 orang tersebut mengecam keras Penistaan Agama dan meminta turunkan Menteri Agama dari jabatanya dan Penjarakan Menteri Penista Adzan.

“Hari ini kami melakukan pengamanan aksi damai dari rekan – rekan Muslim Baraya,”katanya.

Pada kesempatan itu Kapolresta Bandung didampingi Dandim 0624/Kab.Bandung mengajak para peserta aksi untuk tidak mengganggu ketertiban umum dan masyarakat yang lain.

“Pada intinya kami hanya mengamankan dan memberi himbauan kepada para peserta aksi untuk menjaga ketertiban saat menyampaikan aspirasinya,”ujarnya.

Berikut pernyataan sikap Baraya Bergerak diantaranya :

  1. Adzan adalah salah satu Syiar Islam.
  2. Allah – pun telah menentukan waktu yang pasti untuk Adzan dan Shalat.
  3. Nabi menganjurkan umatnya untuk menyimak dengan seksama, mengulangi kalimat Adzan dan berdo’a serta bersholawat setelahnya.
  4. Rasulullah bersabda : tidak ada satu pun yang mendengar suara seorang Muadzin baik itu adalah Manusia, Jin, atau apapun kecuali Adzan itu akan menjadi Saksi kebaikan baginya pada hari Kiamat
  5. Kita telah bersepekat tentang Toleransi antar umat beragama, bentuk toleransi itu tentunya berupa pemahaman umat non-muslim bahwa adzan bukan fenomena baru yang harus dilarang dan diatur.
  6. Bahwa siapapun yang membuat pernyataan dan menganalogikan lantunan adzan dengan gonggongan anjing, padahal dia seorang muslim, maka dia telah mengingkari kebenaran tersebut, apalagi bila seorang Menteri Agama di Republik Indonesia yang menyatakannya, lebih dari sekedar tidak pantas sebagai kata-kata seorang Umaro.
  7. Dalam aspek Habluminallah hal itu adalah urusan dosanya dengan Allah, namun dalam aspek Habluminanaas pernyataan itu telah mencederai dan menyakiti hati umat muslim dengan telak.
  8. Bahwa sekalipun kami menduga bahwa pernyataan Menteri Agama itu tidak bermaksud secara sengaja untuk menyakiti hati siapapun, namun telah terjadi, hati umat Islam terluka dan tersakiti secara mendalam, sehingga berpotensi mengancam kedamaian dan memicu keributan antar umat beragama di Negara kita.

Setelah membacakan tujuh point pernyataan sikap pada pukul 16.25 massa yang merupakan simpatisan Habib Rizieq Shihab dan Habib Bahar Bin Smith membubarkan diri.

Loading

TERKAIT:

POPULER: