SPPG Ditutup, Tapi Tetap Diguyur Rp6 Juta/Hari: Efektif atau Pemborosan?

Roel - 29 April 2026

TOP JABAR, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditutup sementara tetap menerima insentif dari pemerintah sebesar Rp6 juta per hari.

“Yang ditutup sementara tetap diberikan insentif, karena mereka masih harus memenuhi berbagai kebutuhan operasional,” ujar Dadan di Unhas, Selasa (28/4).

Ia mengungkapkan, per awal April terdapat sekitar 1.720 SPPG yang dihentikan sementara operasinya. Meski tidak beroperasi, dukungan anggaran tetap digelontorkan guna menunjang pelatihan karyawan serta pemenuhan standar operasional yang ditetapkan pemerintah.

“Jumlahnya sekarang sedikit berkurang, masih di kisaran 1.720-an. Mereka tetap berproses, mulai dari pelatihan karyawan hingga penyesuaian dengan kebutuhan standar yang berlaku,” jelasnya.

Dadan menegaskan, penutupan sementara dilakukan karena sejumlah SPPG belum memenuhi persyaratan teknis. Beberapa di antaranya belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).

Baca Juga :

DPR RI Desak Dirut KAI Mundur, Siapa yang Salah di Balik Tabrakan Ini?

“IPAL sebagian sudah ada, tinggal pemenuhan administrasi seperti SLHS. Begitu sertifikatnya terbit, operasional bisa langsung dibuka kembali,” katanya.

Meski demikian, Dadan menilai secara umum kualitas layanan SPPG yang sempat ditutup tetap tergolong baik, baik dari sisi menu maupun pelayanan kepada masyarakat. Ia optimistis proses sertifikasi dapat rampung dalam waktu dekat.

“Kualitasnya bagus, layanan dan menunya juga baik. Kita harapkan dalam waktu satu bulan sertifikat sudah keluar dan mereka bisa kembali beroperasi,” tandasnya.* (red/CNN Indonesia)

Loading

TERKAIT:

POPULER: