Tak Mau di Vaksin, Bocah SD Pasang Gembok Pada Kancing Bajunya
Roel - 14 Januari 2022

Breaking News:
Jalankan Instruksi Gubernur, Bapenda Kabupaten Bandung Pastikan Penghapusan Denda Pajak
Dorong UMKM Naik Kelas, Alfamart Gaungkan Inisiatif UMKM Tumbuh Bersama
Gelar Gerakan Pangan Murah di Polsek Majalaya, 10 Ton Beras Ludes Terjual
Disnaker Kabupaten Bandung Gelar Job Fair di Cangkuang, Tawarkan Ratusan Lowongan Kerja
Roel - 14 Januari 2022
Top Jabar, Indramayu – Ada saja tingkah lucu bocah SD yang berusaha menghindari vaksinasi Covid-19. Di Kabupaten Indramayu, seorang bocah SD nekat memasang gembok pada kancing baju seragamnya.
Karena tak mau divaksin, ia sengaja menggembok seluruh lubang kancing baju seragam agar petugas sulit membukanya. Tingkah lucu ini kontan mengundang tawa petugas vaksinasi. Dengan demikian, bocah itu tak perlu disuntik vaksin. Hal tersebut terjadi di SD Negeri Mekarsari 1, Kecamatan Patrol.
Tingkah lucu bocah laki-laki yang masih duduk di kelas tiga 3 SD itupun mengundang perhatian Forkopimcam Patrol, termasuk Camat Patrol, Hatta Dierja,
Saat bersamaan Camat Patrol, Hatta Dierja, dan Forkopimcam meninjau lokasi vaksin di SD Negeri Mekarsari 1 yang sedang memantau vaksinasi anak di sekolah tersebut. Awalnya rombongan pejabat kecamatan itu melihat kegiatan berjalan lancar dan normal.
Baca Juga :
Sejarah Hari Guru Nasional, Kenapa diperingati Setiap 25 November
Tak sedikit yang merekam kejadian itu dan membagikannya di media sosial. Tingkah bocah itupun mengundang tawa siapapun yang melihatnya. ”Ya benar. Anak itu namanya Ismail,” kata Hatta, Kamis (13/1/2022).
Hatta mengungkapkan, anak itu kemungkinan membeli dulu mainan gembok, lengkap dengan anak kuncinya, dari pedagang di sekolahnya, sebelum vaksinasi dimulai. Gembok tersebut lantas dipasang di kancing seragamnya agar petugas tak bisa memvaksinnya.
”Tapi akhirnya anak itu tetap divaksin,” terang Hatta.
Hatta menjelaskan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kecamatan Patrol menyasar sekitar 5.800 anak. Dari jumlah itu, yang sudah divaksinasi ada sekitar 3.000 anak. Sementara itu, secara keseluruhan di Kabupaten Indramayu terdapat 171.663 anak berumur 6-11 tahun yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Caridin menyebutkan, hingga kini, capaian vaksinasi anak Covid-19 di Kabupaten Indramayu sudah lebih dari 50 persen. Dia menyatakan, vaksinasi anak dosis satu ditargetkan selesai dalam waktu sepekan kedepan.
“Target selesai 19 Januari 2022,’’ tukas Caridin.*