Penemuan Kerangka Manusia di Bantaran Citarum Gegerkan Warga Baleendah
Krismanto - 16 April 2026

Breaking News:
Soroti Banjir Dayeuhkolot, Humaira Desak Pemprov Jabar Segera Realisasikan Hasil Musrenbang
Unpad Nonaktifkan Guru Besar Dugaan Pelecehan Mahasiswi Asing
Penemuan Kerangka Manusia di Bantaran Citarum Gegerkan Warga Baleendah
Baru Menjabat 6 Hari, Kejaksaan Agung Tangkap Ketua Ombudsman RI
Polisi Bantu Pengendara di Jalur Terdampak Jebolnya Tanggul Sungai Cisungalah
Krismanto - 16 April 2026

TOP JABAR – Warga di perbatasan Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dikejutkan dengan penemuan sesosok kerangka manusia di bantaran Sungai Citarum pada Kamis 16 April 2026 siang.
Kerangka tersebut ditemukan terhimpit di antara tumpukan sampah tepat di bawah jembatan Citarum penghubung kedua wilayah tersebut.
Kapolsek Baleendah, AKP Hendri Noki, menjelaskan bahwa penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh warga yang melintas di atas jembatan sekitar pukul 13.30 WIB.
Dari ketinggian, warga melihat objek mencurigakan yang setelah dicermati menyerupai tengkorak kepala manusia.
Merespons laporan tersebut, tim kepolisian segera berkoordinasi dengan Basarnas untuk melakukan evakuasi. Meski posisi kerangka sempat tertindih oleh tumpukan sampah sungai, petugas secara hati-hati dalam proses pengangkatan.
“Laporan masuk sekitar pukul setengah dua siang. Masyarakat melihat dari atas jembatan sudah berbentuk kerangka di tumpukan sampah,” ujar Noki.
“Untuk evakuasi tadi tidak ada kesulitan, meski sedikit tertindih sampah, tim Basarnas berhasil mengangkatnya,” jelasnya.
Terdapat dugaan kuat bahwa kerangka ini berkaitan dengan laporan anggota keluarga yang hilang. Noki menyebutkan ada pihak keluarga yang sebelumnya melaporkan kehilangan anggota keluarga sejak 10 April 2026.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi jenazah sebagian sudah dalam bentuk kerangka, sebagian lagi masih dalam kondisi utuh.
Petugas juga menemukan sisa-sisa pakaian yang masih melekat pada tulang belulang tersebut, termasuk adanya unsur kawat yang menjadi ciri khusus pada pakaian korban.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan intensif untuk mengungkap identitas serta penyebab pasti kematian korban.
Kerangka tersebut telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Inafis Polresta Bandung.
“Kerangka sudah dibawa untuk diidentifikasi oleh tim Inafis. Ada dugaan dari pihak keluarga yang sudah kehilangan anggotanya sejak 10 April lalu,” tuturnya.
“Fokus kami saat ini adalah mencocokkan data melalui pakaian terakhir yang melekat pada kerangka tersebut,” pungkas Noki.**
![]()