Estafet Kepemimpinan di Batununggal: Hj. Wahyu Rinjaningsih Resmi Menjabat, H. Latief Bergeser ke Gedebage
Dedi Junaedi - 28 April 2026

Dedi Junaedi - 28 April 2026

TOP JABAR, KOTA BANDUNG – Rotasi kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung kembali bergulir. Bertempat di Kantor Kecamatan Batununggal, telah dilaksanakan acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Camat Batununggal dari pejabat lama, H. Latief, S.IP., M.Si., kepada pejabat baru, Dra. Hj. Wahyu Rinjaningsih, MM., pada Selasa (28/4/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, lurah se-Kecamatan Batununggal, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kepemudaan.
H. Latief yang telah mengabdikan diri di Batununggal, kini resmi berpindah tugas untuk memimpin wilayah Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Dalam sambutan perpisahannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung program kerja kewilayahan selama masa jabatannya.
“Terima kasih atas sinergi yang luar biasa selama ini. Saya berharap program yang sudah berjalan baik dapat diteruskan dan ditingkatkan demi kesejahteraan warga Batununggal,” ujar H. Latief.
Baca Juga :
Tak Sekadar Seremonial! Farhan Lantik 169 Pejabat, Tekankan Tanggung Jawab Besar
Sementara itu, sosok pemimpin baru Batununggal, Dra. Hj. Wahyu Rinjaningsih, MM., bukanlah orang baru dalam urusan kewilayahan. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Camat Sumur Bandung. Dengan pengalaman memimpin wilayah pusat kota, ia diharapkan mampu membawa inovasi baru dalam pelayanan publik dan penataan lingkungan di Batununggal.
Dalam sambutan perdananya sebagai Camat Batununggal, Dra. Hj. Wahyu Rinjaningsih, MM atau sapaan akrabnya Ririn menekankan pentingnya kolaborasi dan keberlanjutan program prioritas Pemkot Bandung di tingkat kewilayahan.
”Tugas ini adalah amanah. Saya memohon dukungan dari seluruh staf kecamatan, kelurahan, dan tentunya masyarakat Batununggal agar kita bisa bersama-sama membangun wilayah ini menjadi lebih unggul,” ungkapnya.
Acara serah terima jabatan ini diakhiri dengan penyerahan memori jabatan serta sesi foto bersama. Momentum ini bukan sekadar pergantian personel secara administratif, melainkan simbol keberlanjutan estafet pembangunan di Kota Bandung.* (red)
![]()