Heboh Koper Jemaah Haji Berisi “Benda Misterius”, Rupanya Tempe Orek

Roel - 13 Mei 2026

TOP JABAR, Jakarta – Temuan unik kembali terjadi dalam proses pemeriksaan barang bawaan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Kali ini, petugas bandara dibuat curiga oleh isi sebuah koper yang ternyata berisi tempe orek dalam jumlah besar.

Kecurigaan muncul setelah alat pemindai X-ray mendeteksi bungkusan berukuran cukup besar dengan bentuk tidak lazim di dalam koper milik salah satu jemaah. Demi memastikan keamanan, koper tersebut pun sempat dibongkar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Anggota Tim Bagasi Bandara Jeddah PPIH Arab Saudi, Muhammad Riza Fahlevi, mengatakan petugas akhirnya mengetahui bahwa bungkusan tersebut hanyalah makanan khas Indonesia berupa tempe orek.

“Isinya ternyata tempe orek dalam jumlah banyak. Setelah dijelaskan bahwa itu makanan, akhirnya diperbolehkan dibawa,” ujar Riza, Senin (11/5/2026).

Diperkirakan, berat tempe orek yang dibawa mencapai sekitar lima kilogram. Bentuk kemasannya yang tidak biasa membuat petugas bandara sempat menaruh kecurigaan.

Tak hanya tempe orek, petugas juga sempat memeriksa koper lain yang berisi minyak zaitun. Meski barang tersebut umum dibawa jemaah, kemasan berlapis lakban membuat tampilannya mencurigakan saat melewati pemeriksaan X-ray.

Baca Juga :

Kantin Ibu Tatang, Penyelamat Mahasiswa Saat Kiriman Belum Tiba

Menurut Riza, bentuk kemasan yang tidak lazim memang kerap memicu pemeriksaan tambahan hingga pembongkaran koper. Karena itu, jemaah diimbau agar tidak membawa barang secara berlebihan, terutama makanan dengan kemasan yang dapat menimbulkan kecurigaan petugas bandara.

Fasilitas Makanan tiga kali sehari

Ia juga mengingatkan bahwa selama berada di Tanah Suci, jemaah haji Indonesia telah mendapatkan konsumsi tiga kali sehari dengan cita rasa Indonesia, sehingga tidak perlu membawa terlalu banyak bekal makanan dari rumah.

“Kalau koper harus dibongkar karena dicurigai, proses distribusi bagasi jemaah lainnya juga bisa ikut terhambat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menjelaskan bahwa sistem penanganan koper jemaah di Bandara Madinah dan Jeddah memiliki perbedaan.

Di Bandara Madinah, koper jemaah masuk ke area khusus kargo dan bagasi sehingga lebih mudah dipantau petugas. Sedangkan di Jeddah, tidak tersedia fasilitas serupa sehingga diperlukan petugas penghubung untuk memantau lokasi penurunan bagasi jemaah.

Setelah seluruh koper dipastikan lengkap dan dalam kondisi baik, barang bawaan jemaah kemudian diberangkatkan menuju Makkah menggunakan truk kontainer yang telah disiapkan pihak syarikah.* (red)

Loading

TERKAIT:

POPULER: