Hilal Zulhijah 1447 H Penuhi Kriteria, Idul adha 2026 Berpotensi Serentak
Roel - 16 Mei 2026

Roel - 16 Mei 2026

TOP JABAR, Jakarta – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis hasil perhitungan hilal menjelang penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah. Berdasarkan data hisab tersebut, Idul adha 1447 H berpotensi diperingati secara serentak pada 27 Mei 2026.
Perhitungan dilakukan untuk Ahad Wage, 29 Dzulqa’dah 1447 H atau bertepatan dengan 17 Mei 2026, dengan titik pengamatan di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. LF PBNU menggunakan metode falak hisab tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Mengutip laman resmi NU, Jumat (15/5/2026), hasil hisab menunjukkan tinggi hilal mencapai 4 derajat 42 menit 15 detik, dengan elongasi 10 derajat 06 menit 51 detik dan lama hilal berada di atas ufuk selama 22 menit 53 detik. Sementara itu, ijtimak atau konjungsi terjadi pada 17 Mei 2026 pukul 03.03.02 WIB.
Dalam data tersebut juga dijelaskan posisi Matahari terbenam berada di 19 derajat 24 menit 31 detik utara titik barat. Sedangkan posisi hilal tercatat di 27 derajat 04 menit 56 detik utara titik barat, atau sekitar 7 derajat 40 menit 25 detik di utara Matahari.
LF PBNU menyebut parameter hilal terendah berada di Kota Merauke, Papua Selatan. Di wilayah itu, tinggi hilal tercatat 3 derajat 15 menit dengan elongasi 8 derajat 57 menit dan durasi hilal di atas ufuk selama 16 menit 10 detik.
Baca Juga :
Sementara parameter tertinggi berada di Kota Sabang, Aceh. Tinggi hilal di wilayah tersebut mencapai 6 derajat 47 menit dengan elongasi 10 derajat 40 menit dan lama hilal di atas ufuk mencapai 30 menit 56 detik.
Data tersebut menunjukkan posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk dan memenuhi kriteria imkanur rukyat. Tinggi hilal tercatat melampaui 3 derajat dengan elongasi lebih dari 6,4 derajat. Bahkan di Aceh, elongasi hilal disebut telah memenuhi standar qath’iyu rukyah Nahdlatul Ulama (QRNU), yakni di atas 9,9 derajat.
Kondisi itu membuat awal Zulhijah 1447 H diperkirakan jatuh pada hari berikutnya, sehingga Idul adha berpotensi berlangsung serentak pada 27 Mei 2026.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis prakiraan hilal untuk penentuan awal Zulhijah 1447 H. Dalam keterangannya, BMKG menyebut konjungsi terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 20.00.55 UT atau Ahad, 17 Mei 2026 pukul 03.00.55 WIB.* (red)