Heboh! Polisi Temukan Skrip Penipuan dan Atribut FBI di Bali

Roel - 16 Mei 2026

TOP JABAR, Jakarta – Polisi membongkar dugaan markas persiapan penipuan siber internasional yang beroperasi di sebuah guest house di kawasan Kuta, Bali. Lokasi tersebut diduga disiapkan sebagai pusat pelatihan operator scamming lintas negara.

Pengungkapan kasus ini dilakukan tim gabungan Polda Bali dan Polresta Denpasar melalui penggerebekan di sebuah bangunan di Jalan Bypass Ngurah Rai, Gang Karang Sari, Kedonganan, Kuta, pada 28 April 2026.

Awalnya, aparat bergerak menindaklanjuti laporan dugaan penyekapan terhadap seorang warga negara Filipina. Namun saat penggerebekan berlangsung, polisi menemukan indikasi aktivitas lain yang mengarah pada kejahatan siber internasional.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang mengatakan laporan tersebut diterima melalui Kedutaan Besar Filipina lewat Atase Kepolisian.

“Ketika tim tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan, ditemukan situasi yang lebih kompleks dari dugaan awal penyekapan,” ujar Leonardo, dikutip Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, bangunan guest house itu telah dimodifikasi untuk menunjang aktivitas operasional penipuan daring. Sejumlah kamar di lantai dua diubah menjadi ruang kerja dengan meja, perangkat komputer, dan lemari, sementara tempat tidur dipindahkan.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan total 30 orang yang terdiri dari 26 warga negara asing dan 4 warga negara Indonesia.

Dari puluhan WNA yang diamankan, rinciannya yakni 12 warga Filipina, 5 warga China, 4 warga Taiwan, 4 warga Kenya, dan 1 warga Malaysia.

Polisi Temukan Skrip Pelatihan hingga Atribut FBI

Selain mengamankan para penghuni, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan persiapan aksi scamming internasional. Barang bukti itu meliputi komputer, keyboard, perangkat internet satelit Starlink, bendera asing, hingga atribut FBI.

Atribut tersebut diduga akan digunakan untuk mendukung modus penipuan terhadap calon korban.

Tak hanya perangkat elektronik, aparat juga menemukan dokumen pelatihan berupa naskah dan skenario percakapan yang diduga dipakai untuk melatih calon operator penipuan.

Baca Juga :

MK Tegaskan Ibu Kota Negara Belum Pindah dari Jakarta

“Para WNA yang berada di lokasi masih dalam tahap persiapan sebelum dioperasikan sebagai operator,” kata Leonardo.

Ia menambahkan, materi pelatihan yang ditemukan mencakup skenario kasus kejahatan besar, mulai dari persenjataan hingga narkotika, yang diduga digunakan sebagai bahan simulasi untuk menjalankan aksi penipuan.

Saat ini, Polda Bali masih memburu seorang warga negara China berinisial M yang diduga menjadi otak di balik operasi tersebut. Polisi menyebut M berhasil melarikan diri sebelum penggerebekan berlangsung.

Menurut penyidik, M diduga berperan sebagai penyedia fasilitas sekaligus perancang sistem operasional kelompok yang disiapkan untuk menjalankan aksi penipuan siber lintas negara.* (red)

TERKAIT:

POPULER: