Tiga Bulan Berlalu, Kasus Pembunuhan Agit Pratama di Cianjur Belum Terungkap, Keluarga Tagih Kepastian Hukum

Roel - 3 Agustus 2026

TOP JABAR, Bandung – Tiga bulan telah berlalu sejak Agit Pratama (39) meregang nyawa akibat dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam di sebuah gudang sepeda motor di Jalan Moh. Toha, Kampung Rancabali Kulon, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Namun hingga awal Agustus 2026, kasus tersebut masih menyisakan tanda tanya besar karena belum ada kepastian mengenai pelaku maupun perkembangan penanganannya.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, Cepi Arifin Yusuf (40), korban sempat terlihat berlari memasuki area gudang sepeda motor milik salah satu dealer untuk menyelamatkan diri.

Tak lama berselang, seorang pria yang mengenakan helm dan membawa senjata tajam jenis golok diduga mengejar korban hingga masuk ke dalam gudang. Suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan ketika korban berusaha melarikan diri.

Menurut keterangan saksi, korban sempat keluar dari area gudang. Namun dalam upaya menyelamatkan diri, korban kembali masuk ke dalam lokasi tersebut. Saat itulah korban diduga terkena sabetan senjata tajam hingga terjatuh.

Saksi juga mengaku melihat terduga pelaku terus melakukan penyerangan setelah korban tersungkur dan tidak lagi mampu memberikan perlawanan. Akibat luka serius yang dideritanya, Agit Pratama meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca Juga :

Eks Kapolres Bima Kota Gunakan Uang Bisnis Narkoba untuk Biayai Umrah Keluarga

Harapan keluarga agar kasus tersebut segera terungkap hingga kini belum juga terwujud. Pada 10 Juli 2026, salah seorang anggota keluarga korban menyampaikan perkembangan penanganan perkara kepada tim jurnalis. Hingga 2 Agustus 2026, atau genap tiga bulan setelah kejadian, keluarga mengaku belum menerima informasi yang menunjukkan adanya perkembangan signifikan dalam proses pengungkapan kasus.

Kondisi tersebut membuat keluarga mempertanyakan sejauh mana perkembangan penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum. Mereka berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku sehingga keadilan bagi korban dapat ditegakkan.

Di balik lambannya pengungkapan kasus ini, terdapat seorang istri yang kehilangan pendamping hidup dan dua anak yang harus tumbuh tanpa sosok ayah. Bagi keluarga, perkara ini bukan sekadar proses hukum, melainkan juga perjuangan untuk mendapatkan keadilan dan kepastian atas kematian orang yang mereka cintai.

Masyarakat yang mengetahui informasi mengenai peristiwa tersebut maupun keberadaan terduga pelaku diimbau untuk menyampaikannya kepada pihak kepolisian. Informasi sekecil apa pun dapat menjadi petunjuk penting dalam membantu proses penyelidikan dan mempercepat pengungkapan kasus.* (red)

TERKAIT:

POPULER: