Mulai Agustus, Bandara Husein Layani Rute Lampung dan Palembang
Dedi Junaedi - 14 Juli 2026

Dedi Junaedi - 14 Juli 2026

TOP JABAR, Kota Bandung – Bandara Husein Sastranegara Bandung akan kembali menambah jaringan penerbangan domestik dengan membuka rute menuju Bandar Lampung dan Palembang pada awal Agustus 2026. Pembukaan dua jalur tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas penerbangan di bandara tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan agar operasional penerbangan berjalan lancar. Penataan dilakukan pada sejumlah area, mulai dari akses masuk menuju bandara hingga lokasi penurunan dan penjemputan penumpang.
Rute Bandung–Bandar Lampung dijadwalkan mulai beroperasi pada 6 Agustus 2026. Penerbangan akan dilayani oleh Wings Air menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi ekonomi dengan frekuensi tiga kali setiap pekan. Sementara itu, layanan penerbangan langsung Bandung–Palembang akan dibuka sehari kemudian, yakni pada 7 Agustus 2026.
Baca Juga :
Sambangi BBWS Citarum, DPC LPM Batununggal Usulkan Penataan REGULASI
Selain menambah konektivitas udara, Pemerintah Kota Bandung juga menyiapkan strategi promosi destinasi melalui Bandara Husein. Kesempatan tersebut diperoleh setelah InJourney memberikan ruang bagi Pemkot untuk menampilkan identitas dan berbagai potensi Kota Bandung di area terminal keberangkatan maupun kedatangan.
Menurut Farhan, bandara menjadi pintu masuk yang efektif untuk memperkenalkan Bandung kepada wisatawan maupun pelaku perjalanan dari berbagai daerah.
Ia menyebut Bandung memiliki sejumlah keunggulan yang layak dipromosikan, mulai dari sektor pendidikan dengan keberadaan perguruan tinggi ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga daya tarik wisata, pusat kuliner, dan kawasan belanja yang mudah dijangkau dalam satu kawasan.
Dengan bertambahnya pilihan rute penerbangan, Pemkot Bandung berharap mobilitas masyarakat semakin meningkat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, pendidikan, dan perekonomian kota.* (red)